Simulasi dan Contoh Pengisian SPT Tahunan PPh Badan

Posted: Februari 5, 2012 in Uncategorized

Warning : Artikel atau peraturan pajak ini dipublish beberapa saat/ waktu yang lalu  sehingga mungkin saja saat ini sudah tidak relevan lagi, karena sifat pajak yang dinamis.

Menghitung Hari by Krisdayanti. Mungkin itu adalah lagu yang pas untuk menggambarkan suasana kebatinan rekan-rekan Wajib Pajak Badan saat ini, karena seperti kita ketahui bersama, batas akhir penyampaian SPT Tahunan PPh Badan adalah akhir bulan ini. Untuk itu, pada kesempatan kali ini saya mencoba untuk membuat tutorial/ simulasi cara pengisian SPT Tahunan PPh Badan meskipun dengan angka-angka yang sederhana, dan mungkin pada kenyataanya kondisi perusahaan Anda adalah jauh lebih kompleks.

Supaya lebih praktis dan mudah dipahami rekan-rekan semua, tutorial ini saya bagi menjadi beberapa tahapan atau langkah sebagai berikut :

1. PERSIAPKAN LAPORAN KEUANGAN BERIKUT DATA PENYUSUTAN AKTIVA.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat laporan keuangan berikut data penyusutan aktiva termasuk apabila ada koreksi fiskal (koreksi fiskal ini sebelumnya sudah pernah saya bahas) apabila ada, sekaligus menghitung PPh Terutang . Sebagai contoh laporan keuangan untuk perusahaan dagang:

RUGI LABA

ITEM/ POS LAP. KOMERSIAL KOREKSI LAP. FISKAL
Pendapatan  2.000.000.000  -  2.000.000.000
HPP
- Persediaan Awal  100.000.000  -  100.000.000
- Pembelian  1.600.000.000  -  1.600.000.000
- Barang Tersedia Untuk Dijual  1.700.000.000  -  1.700.000.000
- Persediaan Akhir  50.000.000  -  50.000.000
- JUMLAH HPP  1.650.000.000  -  1.600.000.000
Laba Bruto Usaha
Biaya Administrasi dan Umum
- Biaya Gaji  100.000.000  -  100.000.000
- Biaya Listrik dan telepon  20.000.000  - 4.000.000  16.000.000
- Biaya penyusutan Kendaraan  14.000.000  - 5.250.000  8.750.000
- Biaya Penyusutan gedung  15.000.000  -  15.000.000
- Biaya Penyusutan Peralatan Kantor  -  2.000.000  2.000.000
- JUMLAH BIAYA  149.000.000  - 7.250.000  141.750.000
LABA BERSIH USAHA SEBELUM PAJAK  201.000.000  - 7.250.000  208.250.000
Beban Pajak Penghasilan 26.031.250 - -
LABA BERSIH 174.968.750 - -

NERACA

Simulasi SPT Tahunan PPh Badan

Sedangkan daftar penyusutan menurut laporan keuangan komersial dan fiskal seperti 2 gambar di bawah ini. Klik pada gambar untuk memperbesar images.

Penyusutan Komersial

Penyusutan Aktiva

Penyusutan Fiskal

Penyusutan Harta

2. ISI LAMPIRAN TRANSKRIP KUTIPAN ELEMENT LAPORAN KEUANGAN.

Transkrip Element ini terdiri dari;

  • 8A-1 : Perusahaan Industri Manufaktur
  • 8A-2 : Perusahaan Dagang
  • 8A-3 : Bank Konvensional
  • 8A-4 : Bank Syariah
  • 8A-5 : Perusahaan Asuransi
  • 8A-6 : Non-Kualifikasi (selain tujuh jenis usaha yang ada)
  • 8A-7 : Dana Pensiun
  • 8A-8 : Perusahaan Pembiayaan

Dari kesemua lampiran ini, cukup isi saja dengan yang sesuai dengan jenis usaha Anda, karena dalam contoh kita adalah perusahaan dagang, maka cukup isi lampiran 8A-2. Semua Form tersebut dapat di download di download center.

Sehingga berdasar contoh angka-angka tersebut di atas, apabila diisikan ke Lampiran 8A-2, akan terlihat seperti di bawah ini. Klik pada gambar untuk memperbesar (gunakan mozilla)

Cara Isi SPT Tahunan

3. ISI LAMPIRAN KHUSUS.

Lampiran khusus ini terdiri dari :

  • 1A : Daftar Penyusutan Dan Amortisasi Fiskal
  • 2A : Perhitungan Kompensasi Kerugian Fiskal
  • 3A : Pernyataan Transaksi Dengan Pihak Yang Memiliki Hubungan Istimewa
  • 3A-1 : Pernyataan Transaksi Dalam Hubungan Istimewa
  • 3A-2 : Pernyataan Transaksi Dengan Pihak Yang Merupakan Penduduk Negara Tax Haven Country
  • 4A : Daftar Fasilitas Penanaman Modal
  • 5A : Daftar Cabang Utama Perusahaan
  • 6A : Perhitungan Pph Pasal 26 Ayat (4)
  • 7A : Kredit Pajak Luar Negeri

Dari ke semua lampiran khusus ini, yang wajib diisi adalah lampiran 1A, Daftar Penyusutan Dan Amortisasi Fiskal, sedangkan lampiran yang lain Wajib diisi jika relevan dengan perusahaan Anda. Misalnya ternyata mempunyai transaksi hubungan istimewa, maka wajib mengisi lampiran 3A, 3A-1, dan 3A-2

Sehingga berdasar contoh laporan keuangan di atas, apabila kita isikan di lampiran khusus penyusutan, maka hasilnya seperti gambar di bawah ini, klik pada gambar untuk memperbesar.

Yang harus mendapat perhatian dari lampiran ini adalah apabila ada selisih antara penyusutan komersial dan fiskal, maka atas selisih tersebut harus dimasukkan juga di form lampiran I.


4. ISI FORM LAMPIRAN UTAMA

Semua lampiran utama ini wajib diisi oleh Wajib Pajak meskipun isinya nihil, yang terdiri dari :

1. Lampiran VI, terdiri dari : 

  • Daftar Penyertaan Modal Pada Perusahaan Afiliasi
  • Daftar Utang Dari Pemegang Saham Dan/Atau Perusahaan Afiliasi
  • Daftar Piutang Kepada Pemegang Saham Dan/Atau Perusahaan Afiliasi

Untuk lampiran VI ini sepertinya sudah cukup jelas, silakan diisi sesuai dengan kondisi perusahaan Anda.

2. Lampiran V, terdiri dari : 

  • Daftar Pemegang Saham/Pemilik Modal Dan Jumlah Dividen Yang Dibagikan
  • Daftar Susunan Pengurus Dan Komisaris

Untuk lampiran V ini sepertinya sudah cukup jelas, silakan diisi sesuai dengan kondisi perusahaan Anda, dan di lampiran ini jangan lupa menulis NPWP untuk para pemegang saham, pengurus, dan komisaris.

3. Lampiran IV

Lampiran ini berisi tentang PPh Final Dan Penghasilan Yang Tidak Termasuk Objek Pajak. Sebagai contoh jika perusahaan memiliki penghasilan yang bersifat final seperti jasa konstruksi, real estate, bunga deposito, dll maka informasi tersebut harus dituangkan di lampiran ini.

Hasil penjumlahan PPh final dipindahkan atau harus sama dengan Form Induk butir 15a, sedangkan Penghasilan yang tidak termasuk obyek pajak dipindahkan ke form induk butir 15b.

4. Lampiran III

Lampiran ini berisi tentang Kredit Pajak Dalam Negeri. Jumlah kredit pajak lampiran ini harus sama dengan Form Induk butir 8a.

5. Lampiran II

Lampiran II ini berisi tentang Perincian Harga Pokok Penjualan, Biaya Usaha Lainnya Dan Biaya Dari Luar Usaha Secara Komersial.

6. Lampiran I

Lampiran I berisi Penghitungan Penghasilan Neto Fiskal sehingga apabila contoh-contoh angka pada neraca dan rugi laba kita masukkan pada form.

5. ISI INDUK SPT TAHUNAN BADAN

Setelah semua form lampiran SPT badan terisi, step terakhir adalah mengisi form induk SPT Tahunan PPh Badan, yang secara umum adalah merupakan pindahan dari lampiran-lampiran yang telah dibuat.

Dengan demikian induk SPT setelah kita isi dengan contoh-contoh angka sederhana di atas, akan menunjukkan seperti gambar di bawah ini :

Halaman 1.

Cara Isi Induk SPT

Halaman 2.

Cara Isi Induk SPT Halaman 2

Akhir kata secuil artikel ini mudah-mudahan sedikit banyak dapat membantu rekan-rekan semua dalam mengisi SPT Tahunan PPh Badan, paling tidak ada gambaran cara mengisinya.

About these ads
Komentar
  1. aldi mengatakan:

    terima kasih atas infomarsinya, kalau bisa dibuatkan secara jelas

  2. bella mengatakan:

    seneng nya ada contoh

  3. Adel mengatakan:

    Makasih informasinya,,,berguna sekalii

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s